Puisi karya sang maestro
Wahyu S seorang budayawan yang serba bisa.
SEPERTIGA MALAM
Merajut tali rasa
pada sepertiga malam , ketika aku terjaga
Setapak perjalanan menuju surau
nafas yang mengendap di hati
pada sepertiga malam , ketika aku terjaga
Setapak perjalanan menuju surau
nafas yang mengendap di hati
Memerintah sukma manembah Gusti
kubasuh raga yang tersiram jiwa dengan kesejukan.
Kugelar sajadah dihamparan rumah Tuhan,
kubasuh raga yang tersiram jiwa dengan kesejukan.
Kugelar sajadah dihamparan rumah Tuhan,
bersujud aku melepas beban.
membuang pasrah, melangkah dalam lorong-lorong putih tak ber ujung.
membuang pasrah, melangkah dalam lorong-lorong putih tak ber ujung.
Menuju cahaya tahta abadi
Bersimpuh keharibaan Yang Kuasa Bertahta
Pasrah... raga...jiwa.. sukma...hati
Menebar rasa dan kerinduan
air mata bak mata air lepas mengalir lepas terampas
Bersimpuh keharibaan Yang Kuasa Bertahta
Pasrah... raga...jiwa.. sukma...hati
Menebar rasa dan kerinduan
air mata bak mata air lepas mengalir lepas terampas
Membasuh asa yang Esa
Tabik padanya yang tak tersepa
Kehadiran adalah hamba
yang alfa pada ruh yang merangkai janji dialamnya
Tabik padanya yang tak tersepa
Kehadiran adalah hamba
yang alfa pada ruh yang merangkai janji dialamnya
Sepertiga Malam aku menata bahasa
ketika bercengkerama membasuh sukma
Kebersihan jiwa tuk meminta
menghamba
pada siapa
untuk siapa
pada Aku
adalah Jiwa, Raga, Sukma menyatu
Hati yang meniti
untuk sampai padaMu
Sepertiga malam
ketika berkah adalah syukur
maka akupun bersyukur
ketika sujud adalah tahajud
akupun bersujud
karena aku tlah tahu
bahwa akupun tlah satu
menyatu...
padaMu
Tuhan..ku
amin.
Komentar
Posting Komentar